Senin, 09 April 2012

Teologi Hindu 1

PENDAHULUAN



            Sumber utama ajaran Agama Hindu adalah Veda. Veda adalah wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang di dalam Bahasa Sanskerta disebut Úruti,  artinya yang terdengar atau yang didengarkan oleh orang-orang suci, yakni para mahàrûi. Úruti disebut juga Sabda-Brahman”, yakni wacana Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena itu disebut berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (Divine Origin). Para mahàrûi memperoleh wahyu tersebut, oleh karena itu para mahàrûi disebut “Mantradraûþaá” (yang memperoleh wahyu berupa mantra Veda)  dan bukan “Mantrakartaá” (yang membuat atau mengarang mantra Veda).  
            Di samping Veda sebagai sumber tertinggi ajaran Agama Hindu terdapat juga sumber-sumber lainnya yang disebut susastra Hindu. Susastra Hindu bukanlah wahyu Tuhan Yang Maha Esa, melainkan karya mahàrûi, oleh karena itu disebut berasal dari manusia  (Human Origin). Susastra Hindu merupakan cara penyebarluasan Agama Hindu oleh para Mahàrûi. Mahàrsi dimaksud adalah manusia yang memiliki kualifikasi kesucian yang tinggi, dan mampu melihat jauh ke depan, sesuai makna dari kata åûi yakni yang melihat (seer) yang di dalam Bahasa Sanskerta disebut juga dengan istilah Divyacakûu” (memiliki pandangan kedewataan). Susastra Hindu sangat banyak jenisnya, secara garis besarnya terdiri dari kitab-kitab Itihàsa (sejarah), Puràóa (cerita-cerita kuno), Småti atau Dharmaúàstra (kitab-kitab hukum), Āgama merupakan buku utama dari sekta-sekta dalam Agama Hindu, Tantra yang memuja Úaktì (aspek femininum dari Tuhan Yang Maha Esa), Darúana (sistem filsafat Hindu), dan di Indonesia dikenal pula kitab-kitab Tattva. Kitab-kitab Itihàsa terdiri dari mahakarya Ràmàyaóa dan Mahàbhàrata, dan kitab-kitab Puràóa terdiri dari 18 Mahàpuràóa (Puràóa besar) dan 18 Upapuràóa (Puràóa minor atau Puraóa kecil). Kitab-kitab Dharmaúàstra terdiri 20 jenis dan yang paling besar dan terkenal adalah Manavadharmaúàstra. Kitab-kitab Āgama seperti telah disebutkan di atas, adalah kitab-kitab sekta dalam Agama Hindu, yang terdiri dari kitab-kitab Úaivàgama, Vaiûóavàgama, dan kitab-kitab Úaktàgama yang memuja úakti Tuhan Yang Maha Esa yang sangat banyak jumlahnya. Kitab-kitab Darúana merupakan sistem filsafat India, terdiri dari kitab-kitab Vedànta, Mimaýúa, Vaiúesika, Nyàya, Saýkhyà, dan Yoga yang juga cukup banyak jumlahnya. Kitab-kitab Tattva umumnya memakai syair berbahasa Sanskerta diberi terjemahan dalam Bahasa Jawa Kuno, dan hampir seluruh kitab-kitab tersebut dapat ditemukan di Bali.
Teologi merupakan salah satu bidang ilmu yang mencakup banyak aspek berkaitan dengan studi agama, ilmu agama, studi tentang Tuhan Yang Maha Esa atau Para Dewa, teristimewa tentang atribut-Nya dan hubungannya khususnya Tuhan Yang Maha Esa dengan manusia, dan sebagainya. Bidang yang sangat luas ini di dunia Barat dikenal dengan teologi. Ilmu yang spesial ini di dalam Hinduisme disebut dengan istilah Brahmavidyà.
            Brahmavidyà tidak saja membahas tentang Tuhan Yang Maha Esa, Para Dewa, dan Roh Suci Leluhur, tetapi juga membahas ciptaan-Nya, tentang hakikat manusia yang disebut Ātmavidyà, serta kembalinya Ātmà kepada Paramàtman, Tuhan Yang Maha Esa yang menurut Agama Hindu disebut Mokûa dan merupakan tujuan hidup tertinggi umat manusia. Pembahasan tentang teologi atau Brahmavidyà, khususnya Brahmavidyà dalam susastra Hindu merupakan satu bidang kajian, di luar teologi Veda sebagai sumber tertinggi  ajaran Agama Hindu.

Lanjutannya.. nanti yaa.. :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar